
Jakarta, justinstago Indonesia
—
Bank Indonesia
(
BI
) melaporkan uang beredar tumbuh 8,7 persen secara tahunan (
year on year
/yoy) menjadi Rp10.432,8 triliun pada Juni 2026.
Meski tumbuh positif, laju uang beredar dalam arti luas (M2) itu masih lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Mei 2026 yang mencapai 10,8 persen (yoy).
“Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh positif pada Juni 2026,” tulis BI dalam keterangan resminya, Rabu (23/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BI menjelaskan, pertumbuhan M2 ditopang oleh kenaikan uang beredar sempit (M1) sebesar 9,8 persen (yoy) serta uang kuasi yang tumbuh 6,9 persen (yoy).
Menurut BI, perkembangan uang beredar pada Juni terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit dan tagihan bersih kepada pemerintah pusat.
Penyaluran kredit tercatat tumbuh 12,1 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Mei yang sebesar 10,8 persen (yoy).
Sementara itu, tagihan bersih kepada pemerintah pusat tumbuh 10,1 persen (yoy). Meski masih meningkat, pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan Mei yang mencapai 37,4 persen (yoy).
[Gambas:Youtube]
(lau/ins)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: FOTO: Dunia Terbelah El Nino, Chile Banjir di Saat Eropa Terpanggang
Baca lagi: Timur Tengah Makin Chaos! Houthi Rudal 2 Kapal Tanker Saudi
Baca lagi: Polemik Rumah, Kubu Ruben Jawab Tudingan Sengaja Ungkit Ayah Sarwendah




2 Responses
Akhirnya nemu juga tulisan yang mengupas tuntas materi ini dengan bahasa yang santai. Makasih min. Info pelengkap yang searah bisa dicek juga lewat tautan https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297455276_htm
Bagus banget artikelnya min, bener-bener ngebuka sudut pandang baru hari ini. Sukses terus ya! Sebagai tambahan bahan bacaan pendukung yang relevan, temen-temen bisa coba intip link https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296977758_htm