
Makassar, justinstago Indonesia
—
Kementerian Koperasi (
Kemenkop
) memastikan rekrutmen manajer Koperasi Desa Merah Putih (
Kopdes Merah Putih
) akan berlanjut setelah pelaksanaan pelatihan tahap pertama.
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Kemenkop Destry Anna Sari mengungkapkan pemerintah sebelumnya telah mengumumkan sekitar 62 ribu calon manajer.
Setelah pelatihan tahap pertama untuk sekitar 30 ribu peserta selesai, pemerintah akan kembali membuka pelatihan bagi peserta pada tahap selanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kemarin kan diumumkan 62 ribu (peserta). Setelah 30 ribu ini selesai, nanti akan ada batch selanjutnya untuk pendidikannya,” ujar Destry di Makassar, Jumat (24/7).
Namun, sambung Destry, pemerintah akan lebih dulu mengevaluasi hasil pelatihan, sebelum membuka pelatihan berikutnya.
“Kami evaluasi dulu hasil pelatihan tahap pertama, kemudian akan ada lanjutan,” ujarnya.
Saat ini, pelatihan manajer Kopdes Merah Putih dilaksanakan melalui 451 kelas di seluruh Indonesia dengan kurikulum yang seragam.
“Hari ini dengan 189 peserta, ini adalah salah satu kelas dari 451 kelas seluruh Indonesia yang akan diberikan materi yang sama, kurikulum sama,” tuturnya.
Menurut Destry, para calon manajer Kopdes ini dipersiapkan menjadi manajer yang mampu mengelola koperasi sesuai potensi desa masing-masing.
“Mereka nanti akan menjadi manajer koperasi yang bertugas menggerakkan usaha koperasi dengan mengenali potensi di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.
Hingga akhir Juli pemerintah menargetkan telah tersedia 30 ribu bangunan Kopdes Merah Putih dan 5 ribu Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
“Penempatan manajer nantinya akan disesuaikan dengan lokasi bangunan yang telah siap beroperasi,” jelasnya.
[Gambas:Youtube]
Destry menerangkan bahwa peserta akan diprioritaskan ditempatkan di wilayah yang dekat domisilinya.
Namun, apabila dalam satu desa terdapat lebih dari satu calon manajer, pemerintah akan mengatur penempatan ke desa lain dalam kabupaten atau provinsi yang sama agar kebutuhan setiap koperasi tetap terpenuhi.
“Yang domisilinya di lokasi bangunan akan diutamakan. Tetapi kalau di satu desa ada dua orang calon manajer, tidak mungkin ditempatkan di desa yang sama. Karena itu akan dilakukan penyesuaian penempatan di desa lain yang masih satu kabupaten atau provinsi,” pungkasnya.
(mir/sfr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: RI & Negara Arab-Muslim Kompak Kutuk Serbuan Israel ke Masjid Al Aqsa
Baca lagi: Houthi Klaim Serang Arab Saudi Usai Hodeidah Digempur
Baca lagi: Menlu RI Dorong ASEAN-Rusia Kerja Sama Ketahanan Energi hingga Pangan



4 Responses
Penjelasan yang luar biasa rapi. Sangat cocok buat dijadikan referensi tambahan. Sekadar info, materi serupa yang dibahas dengan menarik juga bisa dilihat di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297221771_htm
Akhirnya nemu juga tulisan yang mengupas tuntas materi ini dengan bahasa yang santai. Makasih min. Info pelengkap yang searah bisa dicek juga lewat tautan https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296927367_htm
Penjelasan yang luar biasa rapi. Sangat cocok buat dijadikan referensi tambahan. Sekadar info, materi serupa yang dibahas dengan menarik juga bisa dilihat di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297019888_htm
Ulasan yang luar biasa informatif, pas banget pas lagi nyari materi pendukung buat tugas riset kecil saya. Sukses terus min. Sekadar berbagi sumber info lain yang relevan, coba deh intip tautan https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320209831_htm