
Jakarta, justinstago Indonesia
—
Badan Pusat Statistik (
BPS
) mencatat masih ada 7,22 juta orang
pengangguran
di Indonesia hingga Mei 2026. Mayoritas adalah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 7,68 persen.
Sementara itu, penggangguran yang tercatat paling sedikit berada pada tingkat pendidikan SD ke bawah sebesar 2,31 persen dari total pengangguran dalam negeri.
Pengangguran terbanyak kedua ada pada lulusan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 6,17 persen dan disusul oleh Diploma IV, S1, S2, S3 sebesar 6,09 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apabila dilihat dari jenis kelaminnya, pengangguran laki-laki sebesar 4,85 persen, lebih tinggi dibanding pengangguran perempuan sebesar 4,32 persen.
Sementara itu, dari sisi tempat tinggal, pengangguran perkotaan lebih tinggi dari perdesaan yang masing-masing 5,54 persen dan 3,15 persen.
Bila dilihat secara umum, penduduk yang masuk dalam kategori angkatan kerja sebanyak 155,41 juta orang, naik 497 ribu orang. Di mana yang bekerja sebanyak 148,19 juta orang atau naik 522 ribu orang dan sisanya menganggur.
“Angkatan kerja yang tidak terserap pasar kerja adalah pengangguran, yaitu sebanyak 7,22 juta orang atau turun sekitar 24 ribu orang dibandingkan Februari 2026,” ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik MÂ Edy Mahmud dalam konferensi pers, Rabu (5/8).
[Gambas:Youtube]
Secara rinci, dari 148,19 juta orang penduduk bekerja, sebanyak 98,983 juta orang tercatat bekerja penuh. Sisanya, sebanyak 38,41 juta orang bekerja paruh waktu dan 10,78 juta orang setengah menganggur.
Setengah pengangguran ini adalah mereka yang bekerja kurang dari 35 jam seminggu dan masih mencari atau menerima pekerjaan tambahan.
(ldy/sfr)
Baca lagi: FOTO: Lansia di Pemukiman Kumuh Seoul Berjuang Hadapi Gelombang Panas
Baca lagi: Purbaya Sebut Insentif Baru Buat 1 Juta Mobil dan Motor Listrik
Baca lagi: Studi Sebut Kelamaan Online Bisa Bikin Bad Mood dan Stres



