
Jakarta, justinstago Indonesia
—
Presiden
Prabowo Subianto
memanggil Direktur Utama PT
Pertamina
(Persero) Simon A. Mantiri ke kediamannya di
Hambalang
, Jawa Barat, pada Minggu (9/8) sore. Pertemuan tersebut membahas laporan perkembangan program energi nasional sekaligus arahan strategis terkait efisiensi badan usaha milik negara (BUMN).
Momen pertemuan tersebut diunggah Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya melalui akun
Instagramnya
yakni @sekretariat.kabinet pada Senin (10/8).
Dalam pertemuan tersebut, Dirut Pertamina melaporkan progress pelaksanaan Program Mandatori B50 (Biodiesel 50 persen) yang sebelumnya resmi diluncurkan oleh Prabowo pada Juli lalu. Selain itu, dilaporkan pula kesiapan infrastruktur pendukung dalam rangka persiapan penerapan mandatori Bioethanol oleh pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Presiden Prabowo juga memerintahkan pengurangan layer-layer dan anak cucu perusahaan di Pertamina, PLN, dan BUMN lainnya,” tulis Teddy dalam unggahan
Instragram
tersebut.
Pembahasan di luar agenda energi terbarukan itu bertujuan untuk penataan dan restrukturisasi kelembagaan di tubuh BUMN. Prabowo meminta adanya pemangkasan pada layer-layer birokrasi serta penertiban anak dan cucu perusahaan, khususnya di PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan BUMN lainnya.
[Gambas:Instagram]
Adapun kebijakan restrukturisasi bertujuan untuk mempercepat pengambilan keputusan di tingkat manajemen dan operasional. Selain itu, untuk meningkatkan produktivitas perusahaan, hingga menjaga efisiensi anggaran dan operasional di seluruh ekosistem BUMN.
Upaya tersebut sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong pengelolaan BUMN yang lebih gesit, transparan dan berdaya saing, guna mendukung ketahanan ekonomi nasional.
(ins)
Baca lagi: Kasus Tragedi KM Nurul Salsa Karam di Selayar Naik ke Penyidikan
Baca lagi: Jadwal Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi di Toronto Open 2026
Baca lagi: Profil Indra Priawan, Suami Nikita Willy yang Jadi Imam Salat Jumat



