
Jakarta, justinstago Indonesia
—
Menteri Keuangan (Menkeu)
Purbaya
Yudhi Sadewa memastikan pemerintah berkoordinasi dengan
Bank Indonesia
(BI) terkait pemindahan dana saldo anggaran lebih (
SAL
) dari bank sentral ke anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Penegasan itu disampaikan Bendahara Negara itu setelah kebijakan pemindahan dana SAL menjadi sorotan dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI. Sejumlah anggota dewan mempertanyakan mekanisme pemindahan dana tersebut.
“Sudah, kita berkoordinasi terus dengan Bank Indonesia. Jadi jumlah dan segala macam selalu kita komunikasikan dengan Bank Indonesia. Jadi enggak ada masalah, kita koordinasi dekat sekali,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (20/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Purbaya sebelumnya mendapat teguran dari Komisi XI DPR terkait pemindahan dana SAL pemerintah ke Himbara pada 2026.
Wakil Ketua Komisi XI DPR Dolfie Othniel Frederic Palit menilai penempatan dana SAL pada tahun anggaran 2026 semestinya memperoleh persetujuan DPR sebagaimana diatur dalam Undang-Undang APBN 2026.
Dalam rapat tersebut, Purbaya mengungkapkan pemerintah memindahkan sekitar Rp100 triliun dana SAL ke Himbara.
Ia menegaskan dana tersebut tidak digunakan untuk membiayai belanja negara, melainkan hanya dipindahkan sebagai bagian dari pengelolaan kas pemerintah.
Menurut Purbaya, keputusan itu diambil setelah pemerintah melihat dana milik pemerintah yang tersimpan di Bank Indonesia dinilai terlalu besar, sementara sistem perbankan membutuhkan tambahan likuiditas.
Ia sebelumnya menjelaskan saldo kas pemerintah di BI sempat mendekati Rp600 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp400 triliun ditempatkan di sistem perbankan melalui berbagai skema, termasuk penempatan dana SAL.
Purbaya juga memaparkan alasan di balik kebijakan tersebut. Menurut dia, pemerintah menemukan indikator yang selama ini digunakan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk membaca kondisi likuiditas perbankan kurang tepat.
Ia mengatakan indikator
base money
(M0) lebih mencerminkan kondisi likuiditas di sistem keuangan. Berdasarkan indikator tersebut, pertumbuhan jumlah uang primer pada April hingga Agustus 2025 nyaris tidak bergerak, yang menurutnya menunjukkan perlambatan peredaran uang di perekonomian.
Berangkat dari kondisi tersebut, pemerintah memutuskan memindahkan sebagian dana SAL dari Bank Indonesia ke Himbara untuk menjaga kecukupan likuiditas di sistem perbankan.
Menanggapi kritik Dolfie, Purbaya mengatakan pemerintah akan mempelajari kembali ketentuan tersebut. Ia menegaskan kebijakan pemindahan dana SAL dilakukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.
[Gambas:Video justinstago]
(del/sfr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: 79 Napi Lapas Makassar Berisiko Tinggi Dipindahkan ke Nusakambangan
Baca lagi: Suzuki Thunder Dilarang Isi BBM di SPBU, Pertamina Buka Suara
Baca lagi: Spanyol Menang Piala Dunia 2026, Drake Kalah Taruhan Rp26,9 M




3 Responses
Keren abis pembahasannya, ngebantu banget buat nambah wawasan hari ini. Btw saya nemu sumber bacaan alternatif di https://avana-cbd-gummies-2e0429.webflow.io/ yang isinya gak kalah menarik.
Akhirnya nemu juga tulisan yang mengupas tuntas inti masalahnya secara mendalam. Sangat mengedukasi khalayak luas. Btw, kemarin saya juga tidak sengaja menemukan bahasan sejenis yang menarik di https://sio2.mimuw.edu.pl/c/oi22-1/forum/20/2085/
Informasi yang sangat berbobot dan membuka sudut pandang baru bagi pembaca. Makasih min! Bagi yang mau memperdalam wawasan sejenis, silakan kunjungi juga tautan https://magic.ly/deztwor/Navigasi-Informasi-di-Era-Digital:-Mengapa-Panduan-yang-Tepat-Sangat-Dibutuhkan