
Daftar Isi
Jakarta, justinstago Indonesia
—
Nilai tukar
rupiah
berada di level Rp17.679 per
dolar AS
pada perdagangan Kamis (3/9) sore. Mata uang Garuda menguat 84 poin atau 0,47 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan terbesar, yakni 1,30 persen, diikuti dolar Singapura yang naik 0,20 persen, won Korea Selatan 0,11 persen, peso Filipina 0,06 persen, yuan China 0,03 persen, dan dolar Hong Kong 0,01 persen.
Sementara itu, sejumlah mata uang Asia lainnya melemah. Salah satunya adalah ringgit Malaysia yang terdepresiasi 0,01 persen terhadap dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di pasar negara maju, mayoritas mata uang juga menguat terhadap dolar AS. Franc Swiss menguat 0,52 persen, dolar Kanada naik 0,27 persen, euro Eropa menguat 0,19 persen, dolar Australia naik 0,19 persen, dan poundsterling Inggris menguat 0,12 persen.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah terjadi di tengah pelemahan dolar AS setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat mengecewakan pasar.
“Rupiah ditutup menguat cukup tajam terhadap dolar AS di tengah pelemahan dolar AS setelah data pekerjaan yang mengecewakan serta pernyataan dovish pejabat The Fed William,” ujar Lukman kepada
justinstagoIndonesia.com
.
Menurutnya, sentimen dari dalam negeri juga turut mendukung pergerakan rupiah. Hal itu menyusul pelantikan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia yang dinilai memperkuat keyakinan terhadap independensi bank sentral.
“Sentimen domestik sendiri membaik pascapelantikan Destry yang menegaskan independensi BI,” tuturnya.
[Gambas:Youtube]
(lau/ins)
Baca lagi: P2MI Wanti-wanti Info Lowongan Kerja Fiktif Luar Negeri di Medsos
Baca lagi: WhatsApp Bakal Beri Label Chat Penipuan, Begini Cara Kerjanya
Baca lagi: Proses Cerai, Audi Marissa Serahkan Hak Asuh Anak ke Anthony Xie



